Kalau setiap manusia ingat mati, tentu dunia nda akan rusuh seperti sekarang. Berlomba-lomba jadi Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, dan seterusnya dengan hantam sana sini. Tanpa ada rasa malu dengan yang Maha Pencipta (Al-Khaliq).
Andai kita sadar bahwa beratnya tanggung jawab sebagai pemimpin, kita mungkin akan menolak kalaupun jabatan itu diberi. Mengingat pertanggungjawaban terhadap diri sendiri saja sudah begitu luar biasa beratnya. Apa yang dikejar?
Ingin dihormati? Kenapa butuh dihormati? Menjadi terhormat di dunia, tidak menjamin kehormatan di akhirat. Bahkan banyak pejabat yang sangat dihormati, begitu lengser orang sudah lupa, bahkan dihinakan. Karena memang itu tidak abadi.
Ingin harta yang berlimpah? Kalau pernah naik pesawat, aset tanah yang ratusan hektar terlihat sangat kecil, apalagi hanya rumah, mobil, dan materi lainnya. Harta dibawa mati? Oh, tentu tidak! Orang terkasih yang begitu menyayangi pun tak ada yang mau menemani saat jasad ini nantinya dikubur.
Ahh, ini hanya curhatan orang yang dengki tak suka lihat nikmat orang. Tidak! Ini hanya pengingat, termasuk untuk diri sendiri. Peganglah prinsip, beri manfaat sebesar mungkin bagi orang lain, kalau belum mampu, paling tidak berusaha untuk tidak menjadi beban orang lain.
Apakah kita baru mau ‘tobat’ ketika salah satu atau beberapa nikmat dari badan ini dicabut?
Bagi rekan-rekan yang ingin dan akan jadi pejabat, manfaatkanlah jabatan Anda sebaik-baiknya agar bermanfaat bagi rakyat.
Semoga sukses dunia akhirat untuk kita semua!