Jujur, bahasa yang paling nyaman buat saya adalah Bahasa Palembang, meskipun Bahasa Kayuagung adalah bahasa ibu. Wajar, karena bahasa pergaulan sehari-hari di sekolah adalah Bahasa Palembang sedangkan Bahasa Kayuagung hanya digunakan saat berada di rumah untuk komunikasi dengan keluarga ataupun teman-teman di lingkungan tempat tinggal.
Bagaimana dengan Bahasa Indonesia? Bahasa Indonesia hanya digunakan saat berada di kelas. Karena itu, saat pindah ke Bandung sedikit kikuk berbahasa Indonesia. Butuh enam bulan untuk penyesuaian.
Pun sama halnya saat pindah ke Jepang. Sama sekali tidak bisa berbahasa Jepang, dengan kata lain 全然わかりません (zenzen wakarimasen). Bulan pertama tinggal di Jepang jauh lebih kikuk dibanding bulan pertama tinggal di Bandung. Di Bandung, urang nyunda mah teu ne naon, saeutik ngartilah, nah di dieu kagok urang.
Di supermarket misalnya, jika si kasir nggak banyak pertanyaan, it makes me very happy, but if they have a lot of questions, it makes me crazy! Just to be safe, I always answer them with “はい” or “いいえ” depending on the situation, even I don’t understand the situation is, just feeling!
Jadi ingat pengalaman beberapa bulan lalu when I went to hospital and met a doctor who can speak English, before met him I made a conversation in Japanese with his assistant. After diagnosis, He told me that “your Japanese is very good” (It’s common for Japanese people to say it to beginner Japanese learner like me), then I asked him, “What do you mean?”, He said “Many foreigners had no effort to learn Japanese, they only speak English, so I very appreciated if there is foreigner can speak Japanese even just a simple word. Only ridiculous people who live in Japan but cannot speak Japanese.” I just smiled at him. Kata terakhir itu benar-benar langsung menusuk jantung.
Aah sudahlah, itu masa lalu (macam udah ngerti aja). Btw, saya sempat ambil kuliah Bahasa Jepang, tapi kok ya nggak ada kemajuan. Akhirnya saya nggak pernah lagi duduk di kelas untuk belajar Bahasa Jepang. Saat ini saya cuma belajar Bahasa Jepang dari teman-teman Jepang saya. Bisa dibilang cukup berhasil, meskipun harus dicampur aduk kayak gado-gado dengan Bahasa Inggris.
I think, the Japanese love to see foreigners making an effort to speak Japanese! Through their troubles learning English, they know how hard it is, so even if you can’t get the point across to start with, keep trying!